Y O U R....V I S I O N....I S....O U R....M I S S I O N

Thursday, November 18, 2010

INDUSTRI LOGISTIK DI INDONESIA

Industri logistik di Indonesia saat ini masih dikuasai perusahaan asing. Untuk meningkatkan daya saing pemain lokal, maka pemain asing dan lokal harus diseimbangkan untuk meningkatkan Sistem Logistik.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

"Memang kebanyakan asing, ada pilihan keseimbangan untuk kecepatan mengirim dan memasukkan barang, ini penting bagi eksportir jangan sampai seluruhnya kita bergantung pada asing terus, harus ada keseimbangan antara efisiensi dan pengendali," ujarnya.

Kalangan usaha melihat belum tersentuhnya industri (Industri Pertambangan) ini dengan aturan yang jelas membuat pemain lokal tidak kompetitif dengan perusahaan asing. Kamar Dagang Industri pun meminta pemerintah dan DPR membuat UU khusus mengenai logistik.

"Maksudnya kita tidak kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain, karena tidak ditata dengan baik, itu kan menyangkut distribusi. Dan kita kan negara kepulauan, kalau tidak diatur dengan baik, produk kita menjadi mahal, sampai ke konsumen jadi mahal. Logistik itu adalah pergerakan keluar dari pabrik sampai konsumen akhir yang menggunakan, dari mulai ujung dunia manapun sampai dalam negeri," ujar Wakil Ketua Kadin Chris Kanter di tempat sama.

Kadin pun sudah meminta pemerintah memasukkan UU logistik ini dalam revisi paket kebijakan mengenai iklim investasi dalam Inpres No 6 Tahun 2007.

Alasan Kadin meminta sektor logistik (Design Pameran) dimasukkan ke dalam Inpres 6 itu adalah karena logistik hal yang penting khususnya untuk distribusi dan di Indonesia komponen usaha yang paling besar adalah biaya logistik.

"Kalau prinsip-prinsip yang selama ini, menjadi tarik-menarik bahwa Kadin tidak keberatan logistik itu 95 persen oleh asing, sekarang 49 persen karena memang dari dulu sudah 95 persen, kita setuju. Tetapi untuk domestik seperti tracking, pergudangan, darat, warehouse, semua mesti perusahaan nasional," tambahnya

detikfinance.com



http://kamissore.blogspot.com/2009/09/industri-logistik-di-indonesia.html

Monday, November 1, 2010

KE "PUNCAK", TUJUAN KITA

Pilihan tempat yang biasanya diusulkan pada saat kita akan melakukan refreshing biasanya adalah pergi ke daerah pegunungan atau ke pantai. Daerah “atas” bagi orang Jakarta biasanya adalah Puncak, orang Bandung akan memilih Lembang atau Ciwidey, orang Jawa Tengah akan ke Ambarawa, orang Yogya akan ke Kaliurang, orang Jawa Timur akan ke Malang, orang Bali akan ke Kintamani, orang Medan akan ke Balige, dan sebagainya.

Pilihan pergi ke “atas’ bagi keluarga FPS kelihatannya lebih disukai, satu dan lain hal antara lain untuk sekedar “melupakan sejenak” rutinitas kerja yang dilakukan. Jika pergi ke pantai ingatan pekerjaan akan kembali menyergap kita saat melihat lautan lepas. Kita kembali ingat pada kapal (container) yang melayari lautan, ingat kembali pada skedul pelayaran (sailing schedule), ingat kembali pada proses customs clearance yang sering bermasalah, ingat kembali pada persaingan yang ketat, ingat kembali pada harga jual minus yang jor-joran dan sebagainya.

Oleh karena itu, FPS Jakarta beserta para “vendor” internalnya yaitu : operasional, finance/accounting, dan HRD & GA kembali memilih daerah sekitar Puncak, tepatnya di Cisarua, Bogor sebagai tempat tujuan dalam kegiatan Team Building yang diselenggarakan pada 30-31 Oktober 2010.

Kata “puncak” dengan tanda petik dan huruf P besar pada judul di atas mengandung dua makna sekaligus. Makna tempat yang menjadi area kegiatan tersebut dan makna simbolis yang ditujukan untuk memotivasi kita menuju kinerja tertinggi yang harus diraih dalam menggenapi dan menutup tahun 2010 yang tinggal 2 bulan lagi.

Dalam memberikan sambutan pada acara ini Pak Iskandar menyampaikan beberapa hal yang merupakan hasil dari AGM (Annual General Meeting) Dalian 2010 yang berlangsung pada minggu kedua bulan Oktober 2010 yang lalu, di antaranya adalah :

“Alhamdulillah, AGM 2010 telah memutuskan untuk menggelar pelaksanaan AGM 2011 di Bali. FPS Indonesia telah “mengalahkan” CSS Dubai yang dengan presentasinya mereka menyajikan kecanggihan Dubai yang serba modern, kita mencoba menyajikan keunikan Bali yang telah diakui dunia puluhan tahun itu.

Untuk itu, sebagai tuan rumah nanti, kita harus menunjukkan kinerja terbaik di tahun 2010 yang tinggal 2 bulan lagi dan khususnya di tahun 2011 nanti di hadapan para delegasi FPS Group”,
demikian Pak Is.

Memuaskan Customer Internal Kita

Acara yang juga ditujukan untuk mempererat dan lebih memadukan “proses internal” itu diisi oleh game-game dengan tema-tema team-building yang terbagi dalam kelompok-kelompok. Dan ditutup dengan game yang melibatkan seluruh kelompok untuk memecahkan masalah bersama yang diberi nama permainan “egg drop”.

“Dari game yang kita lalui, ternyata sebagai tim (yang terbagi dalam kelompok-kelompok tadi serta “tim besar”, red.), kita mampu menyelesaikannya dengan baik,” kata Wenda, ketua panitia dalam kegiatan ini dalam memberikan kesan-kesannya.

Dalam kaitan dengan proses pada kegiatan kerja kita sehari-hari, kita seyogyanya memahami betul bahwa kita harus senantiasa “memuaskan” customer internal kita. Ambil contoh, misalnya :

Operasional harus memuaskan FPS sebagai customernya.
FPS harus memuaskan Finance/Accounting sebagai customernya (dalam proses penagihan).
Finance/HRG-GA harus memuaskan FPS sebagai customernya (dalam kaitan penyediaan sumber
daya).
Dan sebagainya.

Operasional, FPS, dan Finance/HRD-GA yang disebut pertama dalam kalimat di atas merupakan “vendor-vendor” yang sepanjang mereka mampu memberikan kepuasan kepada “customer”nya masing-masing, niscaya kita, dalam kaitan sebuah proses secara keseluruhan, akan mampu memberikan kepuasan yang tinggi kepada customer luar. Dan, kinerja puncak yang diharapkan menjadi keniscayaan juga untuk dapat dicapai.

Para vendor tersebut juga dituntut untuk melakukan pengecekan terhadap masukan pekerjaan yang akan diproses lebih lanjut dan memastikan hanya persyaratan yang memenuhi (sufficient requirements) dan masukan yang bermutu (qualified input) saja yang diprosesnya. Kekurangan persyaratan dan masukan yang bermutu rendah harus mampu ditolaknya atau dimintakan perbaikan (request for correction) dalam rangka perbaikan sistem (improving the system) secara keseluruhan.

Evaluasi Kegiatan

Menutup kegiatan 2 hari itu Pak Hendi memberikan sambutan penutupannya, “Kegiatan ini diharapkan memberikan penyegaran dan dapat diterapkan pada kegiatan kerja nanti sebagaimana dalam game-game yang telah dilalui, seluruh anggota kelompok memberikan kontribusi untuk suatu tujuan bersama. Evaluasi kegiatan juga harus dilakukan khususnya kekurangan-kekurangan yang ada dan dilaporkan sebagai bahan acuan di kegiatan yang sama di kemudian hari.”

Tentu saja masih banyak catatan yang tercecer yang tidak sempat terangkum dari kegiatan ini. Peningkatan mutu kegiatan di masa mendatang menjadi dambaan peserta, dan penerapan team-work di tempat kerja menjadi dambaan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam suatu proses kerja, yaitu kita semua.


(Jaeroni Setyadhi)

Friday, October 29, 2010

Safety Awareness
BENCANA ALAM DAN SISI LAIN DARI ASPEK KESELAMATAN

Minggu ini kita tersentak dengan berita mengenai dua bencana alam yang berturutan, bencana tsunami Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi setelah sebelumnya diberitakan juga bencana banjir Wasior. Pemberitaan mengenai bencana Merapi terasa lebih masif selain karena relatif lebih dekat dengan kita, pemandangan eksotisme saat bencana itu sendiri terjadi, tapi juga adanya tokoh sentral yang menjadi korban keganasan awan panas Merapi, Mbah Maridjan.

Ada sisi lain yang kiranya patut menjadi perhatian kita yang merupakan bagian dari perilaku yang patut dijadikan budaya kita sehari-hari, yaitu aspek keselamatan (safety). Kembali kepada Mbah Maridjan atau korban Merapi pada umumnya, yang menjadi polemik antara kejadian yang sudah menimpanya maupun pengandaian sekiranya si Mbah dan warga di sekitar rumahnya melakukan evakuasi sedini mungkin saat status Awas diumumkan oleh pihak berwenang. Yang terakhir ini, yaitu pengandaian tersebut meniscayakan keselamatan dari bencana kematian bagi mereka itu. Penyimpulan kasar ini semata-mata dilihat dari kacamata safety terlepas dari hal-hal lain yang kini secara kritis ditulis di media-media.

Safety Condition dan Safety Action

Dua hal yang harus selalu kita perhatikan manakala kita berada di suatu tempat, melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan, berada dalam area beresiko, dan hal-hal lain di luar situasi normal adalah mengenai safety condition (keadaan aman) dan safety action (tindakan aman). Bahkan di situasi normalpun kita senantiasa harus aware apakah suatu area betul-betul dalam keadaan aman.

Kalau kita cermati secara seksama banyak hal di sekitar kita yang tidak berada dalam keadaan aman. Kendaraan umum (bis, kereta, angkot dsb.) yang dalam keadaan penuh sesak, kendaraan roda dua yang memenuhi jalan-jalan yang saling memacu kecepatan, polusi udara yang pekat, tempat penyeberangan yang tidak dilengkapi dengan zebra cross, anak tangga gedung yang tidak dilengkapi karet anti-terpeleset dan banyak hal lain yang tidak tersentuh oleh penanganan antisipasi keselamatan. Keadaan-keadaan tersebut yang dipersepsi dari aspek keselamatan itulah yang disebut dengan safety condition. Kita dapat memulai untuk aware tentang kondisi sekitar kita itu dengan bertanya pada diri kita : apakah kondisi di sekitar kita saat ini aman?

Kondisi beresiko tidak harus selalu dipersepsi sebagai kondisi tidak aman sejauh tahapan-tahapan untuk mengeliminasi atau menurunkan potensi paling beresiko telah dilakukan. Mengemudikan kendaraan bermotor (mobil atau motor) kondisi nature-nya adalah kondisi beresiko atau unsafe condition. Tapi, setelah kita lalui beberapa tahapan, misalnya : pengecekan kendaraan sebelum dijalankan, mengenakan sabuk pengaman (untuk mobil), mengenakan helm (untuk motor), melewati jalan yang layak dan sebagainya, maka tingkat resiko tadi sudah diturunkan pada tingkat yang dapat kita terima atau dalam istilah safety adalah acceptable risk, resiko yang secara umum dapat diterima, bukan “dapat diterima” semaunya kita menterjemahkan.

Safety Action, mengantar kita pada Budaya Safety

Ada satu filter yang paling menentukan dalam menghadapi situasi dan kondisi tidak aman yang ada di sekitar kita yaitu persepsi dan tindakan kita dalam meresponnya yang disebut safety action atau tindakan / perilaku paling aman yang dapat kita lakukan sedini mungkin. Jika kita menghadapi musibah atau bencana, maka waktu menjadi sangat relatif. Sepersekian detik akan mampu menyelamatkan kita dari bahaya dan mungkin kehilangan nyawa atau sebaliknya. Dalam bencana Merapi di atas, status Awas diberlakukan pada tanggal 25 Oktober, sedangkan puncak kejadian terjadi pada 26 Oktober, sangat singkat. Sekiranya para korban tersebut aware dengan kemungkinan paling buruk, kemungkinan selamat menjadi besar. Contoh lain, kita tidak perlu tewas dulu jika hipotesis bahwa jatuh dari ketinggian 10 meter akan mengakibatkan kematian. Dan, serangkaian kejadian dan bencana hendaknya meninggalkan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran.

Perilaku aware terhadap aspek keselamatan kiranya sudah harus menjadi bagian dari peri hidup kita sehari-hari. Potensi kemungkinan meledaknya tabung gas di rumah-rumah kita adalah sebuah keniscayaan jika kecerobohan terhadap aspek ini dinafikan. Mungkinkah kita sedang mengantri untuk menjadi korban berikutnya untuk hal yang terakhir itu?

Tim Tanggap Darurat (Emergency Team)

Ketika mengikuti breaking-news dan berita-berita sesudahnya kita menemui beberapa istilah yang sudah kita kenal sebelumnya. Ada tim darurat, ada tim evakuasi, ada jajaran kesehatan, ada tempat berkumpul (baca: tempat pengungsian), ada juga semacam tim akomodasi yang menyediakan keperluan tempat pengungsian dengan segala keperluannya.

Di Graha Iska, Jakarta, tim-tim tersebut telah terbentuk dan bagi yang membaca tulisan ini mudah-mudahan mereka juga aware bahwa suatu saat mereka harus dalam posisi siaga untuk melakukan tugasnya yaitu tugas penyelamatan saat kondisi emergency diberlakukan bagi penghuni Graha Iska. Dalam pemberlakuan kondisi tersebut, tentu saja komando ada di tangan Ketua Tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) atau Tim Tanggap Darurat secara lebih khusus. Siapapun penghuni di gedung ini, manakala kondisi ini diberlakukan, maka kepatuhan terhadapnya menjadi suatu keharusan.

Pola yang sama dapat saja diberlakukan khsusnya untuk kantor-kantor cabang yang memiliki lebih dari 2 lantai, misalnya Surabaya, Bandung, Semarang dan cabang yang lainnya dengan menunjuk satu orang atau membentuk satu tim yang dibekali dengan kemampuan penyelamatan (bisa menggunakan alat pemadam, membuat skenario evakuasi dsb.).

Hal lain yang patut diperhatikan terkait tim di atas adalah penyegaran terhadap langkah-langkah darurat penanganan emergency gedung harus senantiasa dilakukan agar kekakuan saat benar-benar terjadi hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi. Penyegaran ini juga ditujukan agar tim senantiasa aware bahwa setiap saat potensi terjadinya emergency bisa saja terjadi.


(Jaeroni Setyadhi)

Tuesday, October 26, 2010

PT FPS INDONESIA MENERAPKAN SISTEM MANAJEMEN K3

Setelah berhasil mengembangkan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001, sejak Juli 2010 PT FPS Indonesia disertifikasi oleh NQA atas keberhasilan penerapan sistem manajemen K3 dengan Standar OHSAS 18001:2007. Yang mendasari penerapan sistem manajemen ini adalah keinginan manajemen untuk menyumbang peranannya dalam aspek keselamatan di bidang transportasi dan logistik. Sebagaimana diketahui bidang transportasi khususnya merupakan bidang dengan resiko yang cukup tinggi setelah konstruksi dan manufaktur. Lebih jauh, motto perusahaan : honest, care and share ingin direalisasikan melalui penerapan sistem manajemen ini.

Hal penting lain yang menjadi dasar penerapan sistem manajemen ini adalah pentingnya perusahaan meningkatkan kompetensi khususnya dalam menghadapi perdagangan bebas. Kebutuhan pelanggan atas jasa transportasi tidak saja adanya jaminan bahwa barang sampai di tujuan dalam keadaan utuh tetapi juga adanya keyakinan tentang keselamatan baik bagi barangnya maupun orang-orang yang terlibat dalam proses pelaksanaan pekerjaan dari tempat muat asal sampai pada tujuan akhir barang.

“Fokus kepada stakeholder menjadi bagian dari yang ingin dikembangkan PT FPS Indonesia. Oleh karena itu, penerapan OHSAS 18001 ini diharapkan berkontribusi pada aspek keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pekerjaan maupun pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan PT FPS Indonesia,” kata Hendratmoko, Direktur, dalam memberikan sambutan.

Lebih lanjut, beliau mengharapkan bahwa penerapan sistem manajemen K3 ini dapat memberikan nilai tambah bagi perbaikan kinerja dan peningkatan kompetensi perusahaan terus-menerus dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di masa yang akan datang.

(Jaeroni Setyadhi)

Monday, October 11, 2010

2010 CONFERENCE AND AGM IS SET FOR DALIAN

Wednesday, September 01, 2010

This year’s conference and AGM of FPS group companies will take place in Dalian from October 11-16 at the New World Hotel.

The Theme of this year’s AGM is: “The Future is FPS” and delegates at the conference will focus their attention on the subject of the challenges facing freight forwarding as the global economy emerges from recession. With signs of economic recovery all around, delegates will be challenged to identify the best ways to take full advantage of them.

Commenting on the theme, FPS Advisory Board Chairman Kettivit Sittisoontornwong says: “Whilst the last couple of years has seen our members experience some of the roughest business conditions for years, by October we anticipate that the global economy will be well on the way to recovery and our members will have plenty of opportunities to share strategies about how to capitalise on the opportunities to carry more freight.

“The annual general meeting and conference continues to be an excellent opportunity to examine where the group is going and discover what the priorities are for developing our operations in the future.”

It is anticipated that over 150 executives, representing group members from around the world, will attend the conference.


Source: http://www.fps-group.net/News.aspx?id=69

Wednesday, September 29, 2010

PT IHS MULTI DITUNJUK SEBAGAI AUTHORIZED DEALER DI INDONESIA

PT IHS Multi Engineering secara resmi ditunjuk sebagai authorized dealer untuk wilayah Jawa dan Sumatera bagian selatan oleh Scantruck Engineering Pte Ltd yang berkedudukan di Singapore kemarin (28/9). Surat penunjukan (authorization letter) diserahkan oleh Didit Hadiriyanto sebagai wakil resmi dari Scantruck kepada Hendratmoko sebagai direktur PT IHS Multi Engineering.

Penyerahan surat penunjukan yang dilakukan dalam sesi pengenalan “product” Scantruck itu dihadiri oleh Bpk. Iskandar Zulkarnain selaku chairman dari Iska Niaga Darma Group, para pimpinan unit bisnis di lingkungan Iska Group, beberapa kepala cabang FPS Indonesia, serta para pelanggan dan relasi.

Dalam kata sambutannya, Pak Is mengharapkan bahwa inovasi terhadap pengembangan “produk” *) di lingkungan Iska Group diharapkan terus diciptakan.

“Penunjukan ini merupakan inovasi terhadap pengembangan “produk” di lingkungan Iska Group, dan diharapkan di kemudian hari langkah-langkah serupa (pengembangan produk/jasa yang lain, red) juga diikuti oleh unit-unit bisnis yang lain,” demikian sambutan beliau.

Apresiasi oleh Mitra IHS

Sesi pengenalan produk yang dilakukan langsung oleh Didit Hadiriyanto selaku Country Manager Scantruck itu juga diikuti oleh mitra IHS Multi yang bergerak di bidang perdagangan spare part kendaraan, salah satunya adalah Erwin. Dia menyampaikan bahwa penunjukan itu diharapkan memberinya kemudahan akan tersedianya barang-barang yang dibutuhkan oleh konsumen yang sementara ini diakuinya sulit dipenuhi dalam waktu singkat. Kedatangannya itu baginya merupakan apresiasi bagi harapan kelancaran bisnisnya.

Kesempatan itu juga kiranya dapat membuka peluang kerja sama dengan para vendor khususnya vendor truck-truck besar sekelas Scania dan Volvo bagi seluruh unit bisnis di lingkungan Iska baik di pusat maupun cabang-cabang yang sebagian besar bergerak di bidang jasa transportasi.

Product overview Scantruck :
- Parts : truck part merk Bosch, Hella, Continental, Mann Filter dsbb.
- Service : service centre bagi truck Scania dan Volvo.
- Equipment : Mitsubishi forklift, DAF truck dan Fantuzzi Container


(Jaeroni Setyadhi)





*) Catatan :
“Produk” dalam arti luas termasuk juga jasa.

Sunday, September 26, 2010

WQA BUKA HOUSE OF QUALITY

[Minggu, 26 September 2010]

SURABAYA - Puluhan pengusaha dan birokrat berkumpul di halaman sebuah rumah di Jalan Majapahit kemarin (25/9). Mereka menghadiri grand opening Worldwide Quality Assurance (WQA) House of Quality Surabaya.

WQA merupakan badan akreditasi yang menjadikan Jakarta sebagai kantor pusat untuk Asia Tenggara. House of Quality Surabaya dibangun karena jumlah pelanggan WQA terus meningkat.

Menurut General Manager of WQA Indonesia Widayanti, House Of Quality dibangun untuk mencapai visi misi WQA. Yakni, pengembangan budaya dan peningkatan mutu di Indonesia agar dapat berperan dan setara dalam era globalisasi. Selain itu, mendorong organisasi meraih sukses dengan berlandasan pada aktivitas nyata perbaikan mutu berkesinambungan.

"Nah, hal itu dapat dilalui dengan berbagai cara. Di antaranya, peningkatan pengetahuan, pembangunan, dan perhimpunan. Dengan demikian, tingkat komunikasi akan lebih baik," jelasnya.

Widayanti menuturkan, grand opening tersebut menjadi wujud rasa terima kasih WQA kepada pelanggan yang selama ini bergabung. ''Itu nanti menjadi suatu komunitas bersama. Jadi, setiap pelanggan WQA secara otomatis masuk ke House of Quality,'' terangnya.

Grand opening kemarin berlangsung semarak. Beberapa tokoh hadir. Di antaranya, Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti dan President Director of WQA Head Office UK Paul Raymond. Selain itu, ada penyerahan award kepada pihak-pihak yang dianggap berjasa dalam meningkatkan mutu di lingkungan masing-masing. Di antaranya, Gubernur Soekarwo. Dia dianggap sebagai pelopor dan perintis mutu di Jawa Timur. Badrodin juga menerima penghargaan karena dianggap memiliki komitmen mutu tinggi. (nji/c12/hud)

Sumber :
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=157067