Y O U R....V I S I O N....I S....O U R....M I S S I O N

Wednesday, April 23, 2008

MUAMALAT UNTUK INDONESIA

Rabu, 23 April 2008

Iskandar Zulkarnain
Pemegang Saham Pendiri Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia (BMI) kembali menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) Rabu (23/4) ini. Rapat akan menyetujui penerbitan Obligasi Syariah Mudharabah II untuk memperkuat Tier 2 kapital dan menjaga capital adequacy ratio (CAR) atau tingkat kecukupan modal. Mungkin dalam waktu dekat akan disusul dengan right issue lagi.
Hal ini selalu membuat miris perasaan penulis karena merupakan agenda yang sangat menentukan, apakah Muamalat masih bisa bertahan sebagai lembaga simbol perjuangan ekonomi atau perbankan syariah di Indonesia atau justru hanya akan menjadi lembaga simbol solidaritas global yang atas nama globalisasi akan mengorbankan kepentingan lokal.
Titipan sejarah
Tidak dapat dimungkiri di kala krisis ekonomi sejak 1997 perbankan syariah, khususnya Muamalat, membuktikan ketangguhannya. Saat bank-bank konvensional berguguran, Muamalat dengan pola Islamic banking concept tetap tegak, luput dari likuidasi. Muamalat tidak terkena kasus BLBI dan sama sekali tidak membebani BI sebagai bank rekap. Kini Muamalat bagaikan gadis cantik molek dengan memasuki usianya yang ke-17 tahun sejak pendiriannya pada 1 November 1991 dan awal pengoperasian pada Mei 1992.
Tekad para pendiri yang terdiri dari tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, ICMI, MUI, Pemerintah RI, serta umat Islam Indonesia pada waktu itu adalah untuk menjadikan Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama yang kepemilikannya berada di tangan umat Islam Indonesia. Muamalat mengukir sejarah sekaligus menjadi simbol kebanggaan nasional perjuangan ekonomi syariah Indonesia. Ini terefleksikan dengan jelas dari jumlah pemegang saham BMI yang jumlahnya 800 ribu orang melalui pengumpulan modal kolektif pada waktu itu.
Kepemilikan modal sampai dengan 2003 setelah masuknya IDB pada 1999, modal lokal mencapai 64,29 persen dan modal 35,71 persen berada di tangan IDB (Islamic Development Bank), yaitu bank yang dimiliki oleh negara-negara OKI, termasuk Indonesia. Namun, karena kebutuhan permodalan untuk pengembangan usaha dan perluasan jaringan, bank ini terpaksa mengundang investor korporasi Muslim international.
Karena di dalam HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang sudah dipublikasikan, ternyata tidak satu pun investor lokal yang masuk permodalan. Hingga saat ini jumlah penempatan modal Muamalat Rp 1 triliun dengan modal setor plus agio per akhir 2007 Rp 625 miliar.
Dari beberapa kali right issue, IDB memiliki porsi modal yang telah disetor di BMI sebesar 28,01 persen, Boubyan Bank Kuwait 21,28 persen, Atwil Holding Limited 15,32 persen, IDF Foundation 2,98 persen, BMF Holding Limited sebesar 2,98 persen. Komposisi permodalan BMI kini modal luar negeri menjadi 70,57 persen dan lokal 29,43 persen.
Ini menunjukkan Muamalat adalah bank yang memiliki daya tarik dan reputasi internasional. Apabila akan diadakan right issue, dengan modal lokal tidak masuk, maka porsi di atas akan berubah lagi dengan saham lokal semakin terdilusi. Kondisi inilah yang penulis paparkan karena bila dibiarkan akan semakin dalam terkuburnya cita-cita awal Muamalat sebagai bank syariah pertama milik umat Islam Indonesia, sebagai simbol ekonomi umat.
Manajemen
Lumrah berlaku di hukum perseroan jika kendali manajemen dan kepengurusan cenderung bergeser ke tangan pemegang saham besar. Contoh pada Asuransi Takaful Indonesia yang kepemilikannya mayoritas saham international (83 persen). Komposisi 56 persen dimiliki Syarikat Takaful Malaysia dan 27 persen IDB.
Muamalat bisa saja menghadapi hal yang sama, di mana penekanan atas nama kepentingan bisnis mulai bermain dan bukan mustahil pengurus bank dari komisaris bahkan para direksi akan berada di tangan mereka. Artinya, ruh perjuangan Muamalat akan cenderung bergeser walaupun kita percaya dengan misi IDB yang lebih memiliki nilai pengembangan ekonomi umat dibanding semata-mata profit seeker.
Laporan keuangan Muamalat posisi 31 Desember 2007 (audited) sepenuhnya telah dipaparkan pada Harian Republika pada Senin, 31 Maret 2008 lalu. Dalam masa 17 tahun beroperasi, setidaknya dalam tujuh tahun terakhir Muamalat telah menunjukkan pertumbuhan dan laba yang amat mengesankan, membukukan total aset Rp 10,57 triliun (tumbuh 26,26 persen dibandingkan total aset Rp 8,37 triliun pada 2006). Laba mencapai Rp 212 miliar pada akhir tahun buku 2007 (naik 31,32 persen dari laba tahun 2006).
Dana masyarakat telah mencapai Rp 8,69 triliun pada 2007 atau tumbuh 27,11 persen dibandingkan total tahun 2006. Total pembiayaan mencapai Rp 8,62 triliun pada akhir 2007 atau rasio FDR 99,16 persen. Artinya, fungsi intermediasi bank berjalan sangat baik.
Perbankan nasional rata-rata LDR hanya 66 persen. NPL nett mencapai 1,33 persen. Per akhir 2007, Bank Muamalat Indonesia telah memiliki 213 kantor pelayanan di seluruh Indonesia, ditambah dengan jaringan real time on-line dengan 2.000-an SOPP (system on-line payment point) PT POS Indonesia.
Inovasi produk-produk bank syariah yang dibuat semakin kaya dan bervariasi, terobosan kartu Shar-E, cara berinvestasi mudah dengan membeli kartu deposit/tabungan di BMI semakin memungkinkan pertambahan dana pihak ketiga secara signifikan. Sejumlah prestasi kinerja yang bagus telah diraih oleh bank ini, antara lain KLIFF Award, The Most Outstanding Performance, dan CERT bekerja sama dengan Dow Jones.
Islamic Index New York USA 2004
Bagaimana ke depan? Idealnya pemerintah dan investor lokal secepatnya turun tangan memberikan komitmennya untuk membeli/menambah modal Muamalat agar komposisi kepemilikan bank ini mencapai minimal 51 persen bagi investor lokal dan 49 persen investor internasional dalam mempertahankan kepemilikan bank syariah pertama milik Muslimin Indonesia ini.
Penulis menyadari bahwa untuk membicarakan umat artinya adalah umat Islam yang tidak mengenal sekat-sekat negara atau bangsa karena sesungguhnya umat Islam adalah satu (ummatan wahidan). Tidak ada Muslim
Indonesia atau Arab, tetapi istilah di atas penulis sampaikan semata untuk memudahkan dalam penggambaran keadaan yang ada, sekaligus memberikan perspektif dimensi lain, yakni kemaslahatan bagi usaha kecil/UKM yang sebarannya sangat luas di Indonesia dan dirasakan masih sangat jauh ketinggalan.
Bila Muamalat kelak dikendalikan oleh profesional internasional, bukan tidak mungkin hal-hal yang menyangkut keberpihakan kepada UKM yang kebanyakan adalah kaum Muslimin akan tersisihkan. Dewan Komisaris dan pengurus Bank Muamalat sebagai wakil pemegang saham tentunya terus berupaya, juga melalui Anda para aghniya pembaca Republika, untuk masuk sebagai pemodal lokal Indonesia. Ini karena kinerja Bank Muamalat semakin baik dan prospek ekonomi syariah Indonesia ke depan sangat cerah.
Ikhtisar:
* Kinerja bank syariah di Indonesia cukup menggembirakan.
* Bank Muamalat membutuhkan investor domestik demi memenuhi kebutuhan umat.
( )

Tuesday, April 1, 2008

Pengajian MTF+ Jakarta

MENYINGKAP RAHASIA GERAKAN SHALAT


Sekilas judul atau tema pengajian di atas tidaklah menarik. Hal ini bisa jadi lantaran pertama, saking hapalnya kita tentang gerakan-gerakan shalat yang kita lakukan. Kedua, kita tidak pernah mengkritisi kenapa dan untuk apa gerakan-gerakan yang kita lakukan pada saat menunaikan shalat baik wajib maupun sunnah itu.

Ternyata setelah diselenggarakannya pengajian dengan format yang lain daripada yang lain pada Jum'at, 28 Maret 2008 yang lalu di Plaza Atrium lantai 1, Senen, Jakarta Pusat itu para peserta bisa merasakan kesegaran setelah usainya pengajian yang lebih pas disebut sebagai olah fisik dan pernafasan itu.

Drs Madyo Wratsongko, MM atau biasa dipanggil dengan Pak Madyo, membawakan judul atau tema itu sendiri sebagai "bocoran" dari bukunya yang keenam dengan judul yang sama. Dan ternyata ilmu yang disampaikannya itu di samping pengembangan dari kajian-kajian mengenai gerakan shalat dari "guru"-nya tapi juga berdasar pada pengalaman hidupnya manakala isterinya menderita flek di paru-parunya. Berbekal dari ilmu yang dipelajari seperti akupunktur, refleksi, dan energi yang dikombinasikan dengan kajian gerakan shalat maka terciptalah derivasi gerakan shalat yang menjadikan tubuh menjadi sehat atau penyembuh dari berbagai penyakit.

Sore itu, pengajian dibuka oleh pembawa acara, Bpk. Ervani Yudhi dan dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi dan saritilawah Surat Al-Hajj : 77-78 yang dibawakan oleh Bpk. Prastowo dan Ibu Farah Helena.

Selanjutnya, Pak Madyo menyarikan secara umum bahwasannya serangkaian shalat memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

- Subuh : sarana pertukaran oksigen dalam tubuh
- Dhuha : sarana pembentukan energi
- Dzuhur : sarana pendinginan
- Ashar dan Maghrib : sarana detoksifikasi
- Isya' : sarana regenerasi sel, dan
- Tahajjud : merupakan sarana akselerator fungsi tubuh.

Dari gerakan shalat itu sendiri, posisi berdiri dan i'tidal (bangkit dari ruku') diartikan sebagai perwujudan dari api. Kemudian, gerakan ruku' adalah perwujudan dari udara dan sujud perwujudan dari air.

Kemudian, dari inti sari peranan shalat bagi kesehatan tubuh dan perwujudan setiap gerakan itu diciptalah derivasi posisi dan gerakan. Posisi utama yang memiliki derivasi gerakan yang bervariasi adalah posisi duduk perkasa, yang berdasar pengalamannya bisa menyembuhkan penyakit asam urat jika dilakukan dalam hitungan minimal 40; dan posisi duduk pembakaran. Posisi terakhir yang memperlihatkan kelenturan tubuh disebut sebagai tidur pasrah. Posisi duduk perkasa mengambil posisi duduk iftirash (tahiyat awal) namun dengan posisi jari kedua kaki yang menjejak lantai. Sementara itu, dalam posisi duduk pembakaran posisi telapak kaki bagian atas sejajar dengan lantai.

Secara detail setiap variasi gerakan akan mampu menyembuhkan penyakit tertentu dengan melakukannya dalam tempo waktu tertentu pula. Detail variasi gerakan ini terekam dalam bukunya yang dijual di toko-toko yang dilengkapi dengan VCD.

Acara yang dihadiri oleh staff dari unit-unit usaha yang tergabung dalam ISKA NIAGA DARMA group itu ditutup oleh Bpk. Iskandar Zulkarnain selaku Direktur Utama yang antara lain mengulangi rasa syukurnya atas kesembuhan Sdr. Irawan yang sebelumnya bertugas sebagai operator fotocopy, yang telah dinyatakan sembuh dari kanker tulangnya. Dan, kegiatan pengajian yang berupa olah fisik tersebut, tambah beliau, diharapkan mampu mengembalikan kesegaran fisik untuk menghadapi hari-hari ke depan yang tidak selamanya menguntungkan bagi bisnis di lingkungan ISKA NIAGA DARMA.


Wassallam,
Jaerony Setyadhi

Wednesday, March 26, 2008

SAMBUTAN DIREKSI ISKA NIAGA DARMA GROUP PADA HUT KE-17 PT INTERNUSA HASTA BUANA

Jakarta 25 Maret 2008.


Assalamualaikum Wr Wb.
Alhamdulillah
atas berkat rahmat dan berkah Allah SWT tanggal 18 Maret 2008 PT Internusa Hasta Buana memasuki usia 17 Tahun.

Suatu hadiah utama yang saya dapat pada tgl. 18 Maret adalah sms dari saudara kita, Irawan yang bersyukur karena kankernya dinyatakan sembuh, kakinya tidak jadi diamputasi, suatu asa dari seorang yang sudah lama tidak berdaya disertai ucapan terimakasihnya yang tulus kepada kita-kita semua di Internusa & WQA yang telah turut memberikan bantuan pengobatannya. Teriring Doa yang dalam saya rasakan, sungguh memberikan suatu energi kekuatan. Amien…

Syukuran hari jadi yang artinya bertambahnya umur tentunya tidak hanya dengan nasi kuning, pemberian bonus, donor darah, pengajian dan kegiatan sosial lainnya, tetapi yang lebih penting lagi selain Doa adalah bagaimana mempersiapkan Perusahaan ke depan, untuk mampu bertahan dan bisa terus tumbuh dalam situasi persaingan yang sangat keras dan tidak sehat sekarang ini dengan istilah persaingan ‘red ocean‘ yang berdarah – darah.

Ya... usia 17 adalah usia remaja yang harus berbenah, untuk menentukan jalan hidup kedepan, mau kemana? dan harus bagaimana?

Sementara situasi external diluar Perusahaan sangat tidak kondusif termasuk peraturan Pemerintah atas persaingan usaha yang tidak jelas, semua cepat berubah,situasi ekonomi yang carut marut dengan melambungnya semua harga, mahalnya semua biaya, ditambah banyaknya bencana, semua ini tentu mempengaruhi kedalam Perusahaan.

Maka bertepatan tgl. 18 Maret, kami di Jakarta mengadakan sharing untuk membahas situasi makro tersebut, juga untuk meningkatkan Synergy internal antar- perusahaan yang ada di dalam Iska Group, kami juga membahas lagi konsep Holding yang insyaAllah step by step akan diwujudkan seutuhnya, karena di sana akan memberikan ruang dan kesempatan bagi siapapun yang berprestasi, bekerja dengan baik, amanah, berdedikasi, bersifat jujur sebagai value utama, dan yang mempunyai niatan murni mujahid bekerja sebagai ibadah.

Mari kita belajar bagaimana alam mengajarkan dari kehidupan Elang, dimana ketika angin badai datang menerjang, sang Elang membuka lebar sayapnya dan terbang lebih tinggi diatas badai, ‘menunggangi angin’ melihat sampai badai reda, dan dia selamat dari hempasan yang menghancurkan.


Kita sebagai manusia tentunya tidak mempunyai sayap untuk terbang, lari meninggalkan masalah kehidupan yang senantiasa ada, baik internal rumah tangga, dengan saudara, tetangga, kawan, sahabat, pun dalam pekerjaan, tetapi Allah SWT memberikan kepada kita akal pikiran untuk menyelesaikan, banyak orang gagal salah melihat untuk mengatasi masalah, sehingga tidak bisa mengelola dengan jernih dan keputusan yang diambil menjadi runyam, dan ada satu hal lagi yang sering kita lupa yaitu kekuatan dahsyat dari Doa, dimana dengannya kita bisa ‘menunggangi masalah’ kehidupan, sampai badai pun berlalu.

Harus selalu diingat bahwa Setan itu diciptakan dan ada, yang selalu menggoda, memecah belah, menghasut, memfitnah, yang tidak menyukai keharmonisan dan kerukunan. Segala tipu daya dibuatnya agar orang menjadi tersesat dari Hukum Tuhan, dan dijerumuskan masuk ke jurang kehancuran.

Betapa mudahnya kita sekarang berkomunikasi melalui internet, dunia menjadi tanpa jarak, tanpa batas untuk kelancaran informasi, tetapi tiba-tiba muncul di sana para ‘hacker’ yang menyebarkan Virus2 dan situs2 yang merusak.

Maka di era sekarang ini kita harus waspada terhadap semua jenis setan, kita harus senantiasa menjaga Iman dan Taqwa dan menerima semua yang kita peroleh ini dengan Syukur.. Sebagaimana Nabi Sulaiman yang digdaya menguasai Angin, bertentara Jin, dan faham bahasa binatang, tetapi tidak sombong sebagaimana sifat ujub yang dihembus2kan setan, Nabi Sulaiman berkata : ‘semua ini adalah dari Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku menjadi bersyukur atau kufur..?’

Kita sekarang sedang berproses, kembali alam mengajarkan bagaimana telur yang berubah menjadi ulat yang hidup dari makan dedaunan, untuk selanjutnya berubah menjadi kepompong, yang harus sabar berdiam bermetamorfosis untuk menjadi kupu-kupu yang kemudian bisa terbang jauh kesana kemari dari satu pohon kepohon lain, kiranya kita hidup dalam ruang dan waktu untuk terus berproses..

Selain itu, kita juga mempelajari ilmu metafisika, kecepatan cahaya, lompatan Quantum, kecepatan pikiran, suatu kecepatan Cahaya Ilahi yang sesungguhnya semua ada didalam Kitab2 NYA.

Maka jika kita mau cepat berprestasi, cepat mencapai apa yang kita inginkan, kita bisa melakukannya, caranya dengan menggunakan kekuatan pikiran, afirmasikan /lafazkan keinginan cita2 baik kita, dan selanjutnya biarkan otak bawah sadar kita bekerja.

Syaratnya wadak /badaniah kita sebagai media harus bersih, jujur, dan menjalankan syariat2NYA, maka kecepatan cahaya ilahi tadi akan kita miliki, dan kita menjadi sukses dan bahagia sebagaimana yang kita inginkan. InsyaAllah…

Keajaiban-keajaiban itu sekarang banyak dikupas di dalam buku-buku Spiritual Management di dalam dan di luar negeri juga dari karangan sekumpulan orang2 sukses Amerika, yang sesungguhnya orang2 tua dan para bijak kita sejak dahulu telah memiliki kekuatan spiritual semacam itu pada zamannya, yang kini tengah digali kembali.


Untuk mencapai percepatan dari tim usaha kita, maka masing2 individu harus berperan prima sesuai fungsi masing-masing, untuk diwujudkan dalam kerjasama yang senantiasa :

1. Berusaha agar lahan Perusahaan ini menjadi aman, bukan mencari aman di dalam Perusahaan.
2. Bersama-sama menciptakan Pekerjaan, bukan mencari Pekerjaan.
3. Bekerja dengan Perusahaan2 di dalam Iska Group, bukan pada Perusahaan di dalam Iska Group.
4. Perekrutan SDI senantiasa yang mau untuk memenuhi 9 Kriteria Internusa Value.

Selanjutnya pada tgl. 19 Maret diadakan TOMM (Top Mgt Meeting), meeting ini adalah dengan tuuan :

1. Sebagai Corporate control
2. Untuk mengasah masing-masing Perusahaan agar lebih tajam, di tengah era persaingan keras.
3. Sebagai sarana untuk merekonstruksi sambil jalan atas berjalannya Usaha.
4. Untuk mengetahui Performance masing2 Usaha.
5. Untuk mendapatkan info untuk forecasting bisnis ke depan.

Maka dari TOMM ini hendaknya masing-masing pimpinan Usaha menyampaikan ke unit kerjanya masing2 atas penyelesaian masalah dan kebijakan yang diputuskan, sehingga semua berjalan sebagaimana yang direncanakan.

Ayo kita dukung Program bersama, bekerja, beramal untuk kesuburan ladang usaha kita !

Demikian sebagai sambutan dan catatan dari saya, semoga kedepan sebagaimana prinsip Kaizen, kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Amien…

Terimakasih kepada semua individu dalam Unit Usaha yang telah bekerja keras dan berhasil dengan baik, dan bagi Unit Usaha yang raport-nya masih merah, terus berusaha lebih keras sebagaimana Elang mengajarkan.
Akhirnya kalau ada salah kata, salah perbuatan, salah kebijakan saya mohon dimaafkan...

Dirgahayu PT. Internusa Hasta Buana, cikal bakal Iska Holding.
Semoga kita sekalian selalu didalam lindungan & diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Amien…

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Wr Wb.
Salam takzim


Iskandar Zulkarnain

Tuesday, March 11, 2008

PENGAWAL SISTEM ITU BERNAMA AUDITOR INTERNAL




Dalam klausul 8.2.2 ISO 9001:2000 dinyatakan :

Organisasi harus melaksanakan audit internal yang direncanakan berkala untuk menentukan apakah system manajemen mutu :

a) sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (lihat 7.1) terhadap persyaratan Standar Internasional ini dan persyaratan system manajemen mutu yang ditetapkan oleh organisasi, dan
b) sudah diterapkan secara efektif dan dipelihara.

Kiranya cukup jelas bahwa tujuan umum dari pelaksanaan audit internal adalah memverifikasi dan memvalidasi (jika mungkin) system manajemen mutu (SMM) apakah sudah efektif dalam penerapan dan pelaksanaannya.

Dalam rangka memenuhi persyaratan 8.2.2 itu maka manajemen harus membentuk suatu tim audit yang akan melakukan tugas menyelenggarakan audit internal yang dilaksanakan secara berkala sesuai dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan. Prasyarat bagi terbentuknya suatu tim audit itu adalah terdapatnya tenaga audit internal yang kompeten yang akan melakukan audit atas setiap aspek / fungsi dalam perusahaan.

Untuk memenuhi ketentuan tersedianya auditor yang kompeten manajemen PT FPS Indonesia dan PT Internusa Hasta Buana menyelenggarakan Pelatihan Audit pada hari Sabtu, 8 Maret 2008 yang berlangsung di Plaza Atrium lantai 8, Jl. Senen Raya 135, Jakarta Pusat.


Suasana Jalannya Pelatihan Audit di Plaza Atrium lantai 8


Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari staf yang berasal dari cabang-cabang Jakarta, Cikarang, Bandung, Semarang dan Surabaya serta dari divisi-divisi Project, Airfreight, HRD/GA, Operasional dan Finance/Accounting. Mereka adalah para utusan (delegate) yang sebagian di antaranya sebenarnya merupakan “certified auditor”, yaitu para auditor yang telah dikukuhkan pada pelatihan sebelumnya dan para “pendatang baru” yang merupakan kader untuk memback-up para seniornya.

Pelatihan ini juga tergolong cukup istimewa karena dibawakan oleh Achmad S. Husin, auditor teregistrasi senior dari WQA – PT Intra Asia, salah satu badan sertifikasi terkemuka yang area kerjanya meliputi kawasan Asia Tenggara.

Keistimewaan ini juga terungkap dari pernyataan tertulis para peserta saat mengisi lembaran Post Training Review. Seperti yang diungkapkan oleh Rokayah Soebekti, customer service airfreight, yang merupakan calon auditor baru : “We can understand how to be an auditor”.

Apresiasi juga diberikan para peserta kepada pembawa materi yang telah menguraikan materi pelatihan yang berlangsung selama lebih dari 5 jam itu dengan begitu lugas dan jelas. 74% peserta menyatakan pembawa materi sangat menguasai (knowledgeable) materi yang dibawakan. Bahkan sisanya 26% menyatakan pelatihan disampaikan dengan excellent sehingga peserta memperoleh tambahan wawasan mengenai system manajemen mutu khususnya sekitar masalah audit dan mengenai klausul-klausul ISO 9001:2000. Seperti yang dilontarkan salah satu peserta, Indrawati, katanya, “Ooo … baru tahu kalau lembar ‘Persyaratan’ yang dibagikan itu klausul-klausul ISO”.

Acara yang berlangsung hingga pukul 17:30 ini berlangsung cukup santai dengan sesekali dibumbui dengan celetukan-celetukan namun tidak mengurangi keseriusan peserta dalam memahami lembar demi lembar hand-out serta slide materi pelatihan yang ditampilkan.


Selain pelatihan ini ditujukan agar menghasilkan (outcome) “pengawal” system yang memiliki ketrampilan mengaudit sesuai standar SMM yang berlaku, tujuan pelatihan ini juga dalam rangka membangkit- kan kesadaran (awareness) terus-menerus karyawan PT FPS Indonesia dan PT Internusa Hasta Buana se- perti yang disampaikan Bpk. Hendratmoko, Direktur PT FPS Indonesia dalam sambutan pembukaan pelatih an, agar pelaksanaan system manajemen mutu (SMM) “tidak sekuler”. Artinya, penerapan hendaknya menyatu dengan pekerjaan sehari-hari dan tidak menimbulkan dikotomis antara penerapan SMM degan aktivitas pekerjaan itu sendiri

Perkenalan peserta di awal acara


Lebih lanjut Pak Hendy menyampaikan bahwa peserta yang lulus akan dikukuhkan dalam Surat Ketetapan Direksi sehingga diharapkan para auditor ini memiliki otoritas dan dukungan yang cukup dari manajemen dalam melaksanakan tugasnya nanti selain sertifikat yang akan diterbitkan oleh WQA – PT Intra Asia. Yang terakhir ini telah dikonfirmasi oleh Bpk. Novian Amrah Putra, Direktur WQA South East Asia – PT Intra Asia.

Selamat kepada para peserta yang lulus!
Selamat bergabung dengan Tim Auditor yang telah ada lebih dahulu.
Anda adalah pengawal system di perusahaan. Dengan semangat menjadi “manusia pembelajar”, sumbangan pemikiran, pemahaman dan belajar terus-menerus akan menjadikan Anda yang utama dari kolega sekelilingnya.


Jaeroni Setyadhi, Wakil Manajemen

Thursday, February 28, 2008

CORPORATE VALUE BERBASIS SYAR'I MODEL ISKANDAR

Rabu, 06 Februari 2008
Oleh : Yuyun Manopol

Dengan keyakinan kuat, Iskandar membangun dan menerapkan nilai-nilai berbasis syar'i ke dalam perusahaannya. Bagaimana penerapannya?

Wanita berkerudung itu terlihat sibuk menerima sejumlah telepon yang tak henti berdering. Ia tidak beranjak dari tempat duduknya, hanya suaranya yang lembut terus terdengar di gagang telepon. Tidak ada yang menduga sepasang kaki gadis berusia 23 tahun bernama Robiatin, resepsionis PT Internusa Hasta Buana (IHB) ini ternyata tak sempurna. Sebuah kecelakaan hebat yang terjadi di rel kereta api pada saat usianya dua tahun tak hanya merenggut salah satu kakinya tapi juga nyawa ibunya.
Atin, demikian ia akrab dipanggil, bukan satu-satunya karyawan cacat di perusahaan kargo itu. Ada 14 orang cacat lainnya yang bekerja di sana. Sebutlah, Abbas dan Wati yang tunarungu. Abbas yang berlatar pendidikan D-3 komputer dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta, bekerja di bagian teknologi informasi. Adapun Wati ditempatkan di bagian dokumentasi.
Tak mudah berkomunikasi dengan Abbas dan Wati, karena keduanya cenderung memakai bahasa isyarat. Namun, bagi Iskandar Zulkarnain, pemilik sekaligus Direktur Utama IHB, bukan masalah besar. Supaya bisa berkomunikasi dengan mereka, ia pun menggunakan bahasa isyarat yang ia pelajari sebelumnya, dikombinasikan dengan bicara.
Iskandar bukan hendak cari perhatian dengan mempekerjakan karyawan cacat. Pria kelahiran Malang 9 September 1961 ini berprinsip bahwa dalam berbisnis harus ada paralel antara bisnis dunia dan akhirat. “Jika kau tanam padi niscaya akan ada rumput di sana. Tapi jika kau tanam rumput maka tidak akan kau dapat padi. Artinya kejarlah akhiratmu, insya Allah duniamu akan dapat,” Iskandar berujar. Menurutnya, apa pun bisnis yang dikerjakan, yang penting kaidah-kaidah syar’i ada di dalamnya.
Seperti di IHB yang memiliki 6 anak perusahaan, 12 cabang dan 450 karyawan, Iskandar sengaja mengalokasikan pekerjaan bagi penyandang cacat. Baginya, corporate social responsibility bukan sekadar berbentuk charity, tapi juga mengalokasikan pekerjaan bagi orang-orang yang tidak beruntung. Toh, selama akal pikiran masih normal, pasti ada pekerjaan yang layak buat mereka.
Ia membuktikannya dengan prestasi yang dicapai Abbas. Anak buahnya itu pernah menjadi pemenang sebuah ajang kompetisi di bidang teknologi informasi dengan kategori web design. Oleh karena itu, Iskandar pun akan menghadiahkan beasiswa S-1 bagi Abbas. Begitu pula Atin, yang bisa menunjukkan kinerjanya yang baik. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di Jakarta ini mendapat gaji yang sama dengan karyawan normal di level yang sama.
Tak hanya orang-orang cacat yang dipekerjakan. Pak Is – begitu Iskandar kerap disapa – juga menerapkan ketentuan bahwa karyawan boleh bekerja sampai tua tanpa harus pensiun. Selain itu, ia mengizinkan sesama karyawan dalam satu perusahaan melakukan pernikahan.
Aneh? Bagi manajemen umum sepertinya memang di luar kelaziman. Toh, menurut Iskandar, semua itu ada alasannya. Kenapa usia di atas 55 tahun masih boleh bekerja? Menurut Iskandar, justru pada usia itu orang mengalami usia emas. Mereka lebih mantap dan matang terutama dalam semangat spirtitualnya. Selain itu, mereka memiliki pula pengalaman hidup yang banyak dan bagus. ”Jadi, saya percaya jika diberi kepercayaan, mereka akan lebih serius dan tidak akan bohong sana, bohong sini,” kata Iskandar seraya memberi alasan bahwa yang penting diarahkan yang baik.
Terbukti berdasarkan pengalamannya, mereka yang direkrut di usia tuanya justru bekerja lebih baik, kesehatannya pun bertambah baik, tidak sakit-sakitan. Sehingga istilah post power syndrome tak terjadi pada mereka.
Sebaliknya, jika ada pegawainya yang ingin pensiun dini, Iskandar juga mempersilakan. Bahkan yang bersangkutan boleh mengambil uang pesangon untuk wirausaha sendiri. ”Silakan, enggak apa-apa. Bagi kami yang penting jujur, karena itu nilai kami, tidak neko-neko lempeng saja,” Iskandar bertutur.
Lalu bagaimana jika terjadi penuaan di struktur organisasi perusahaan? Ia mengaku tak khawatir. Alasannya, ”Saya mempercayai natural life seperti kematian, sakit dan lelah di masa tua,” ujarnya. Hal ini ia yakini yang akhirnya membatasi seseorang untuk bekerja meskipun tak ada kebijakan pensiun. Alasan berikutnya, perusahaannya sendiri telah mempersiapkan diri dengan sejumlah isntrumen seperti asuransi dana pensiun di Bank Muamalat Indonesia, tabungan haji, jamsostek dan pesangon. Dia ungkapkan, total karyawan yang berusia 50-60 tahun saat ini sekitar 10 orang. Dan yang terakhir, saat ini secara terus menerus IHB menyiapkan regenerasi dengan cara rekrutmen.
Aep Suparman, GM Forwarding IHB, mengaku senang bergabung di perusahaan yang agamis ini. Pria berusia 59 tahun ini, awalnya GM di Samudera Indonesia. Pengalamannya yang mumpuni di perusahaan pelayaran itu yang membuatnya diterima di IHB tahun 2003. Ketika itu ia baru saja pensiun dari perusahaan sebelumnya. Diungkapkan Aep, saat ini pekerjaannya lebih dititikberatkan pada pembuatan konsep dan kontrol. Toh, karena persoalan lapangan yang kompleks seperti di pelabuhan, ia kerap pula terjun ke lapangan.
Lalu, kebijakan lain yang juga unik adalah kesempatan menikah bagi sesama karyawan yang diterapkan sejak perusahaan berdiri pada 1991. Baginya, ”Kami adalah keluarga besar, jadi silakan yang berjodoh. Saya suka dengan almarhum ayah saya yang senang jodoh-jodohin orang. Ya enggak apa-apa, ya boleh saja. Sok mangga. Saya selalu positive thinking. Insya Allah rezeki dari Allah tak akan diusik sama orang, tak akan ketukar. Ini prinsip-prinsip ilahiah yang harus kami yakini. Haqul yakin,” ujar bungsu dari lima bersaudara pasangan Umar Sudarno dan Sri Ma'iyah ini. Saat ini sudah ada 15 pasang karyawan yang menikah di antara sesama karyawan.
Iskandar mengatakan, banyak perusahaan yang melarang perkawinan antarkaryawan dalam perusahaan. Biasanya lantaran perusahaan khawatir rahasia perusahaan dibuka, cuti terganggu karena bersamaan waktunya, dan berbagai kekhawatiran lain seperti jika ada anak yang sakit berarti keduanya tak bisa optimal, dan sebagainya. ”Tapi kalau saya tidak, tak ada yang saya rahasiakan,” ujarnya tegas. Bahkan ia mengaku selalu terbuka – mengenai pendapatan perusahaan – kepada karyawannya. Pertumbuhan bisnis IHB saat ini mencapai 10%-15% per tahun dengan omset US$ 20-25 juta. Bagi Iskandar, nilai yang paling berat baginya untuk dilaksanakan adalah tidak memberikan komisi kepada orang atau oknum di perusahaan pelanggan, kecuali potongan harga buat perusahaannya, yang diterapkan sejak 1996. Pertimbangannya adalah untuk membuat perusahaan berproduksi lebih banyak dan biaya rendah. Ia juga melarang menggunakan rok mini bagi pekerja pemasaran di lapangan. Tak terkecuali, meng-entertain klien. Sebab, di dunia kargo dan pelayaran sudah umum meng-entertain pelanggan ke pub, minum-minuman keras, pijat dan karaoke. Namun, ia melarang hal ini.
Sewaktu hal ini mulai diterapkan, karyawan terutama bagian pemasaran dan mitra usaha IHB pun ribut dan protes. Namun kemudian, orang-orang yang biasa bermain uang, keluar. ”Enggak apa-apa yang seperti itu enggak sama kami, sementara yang bersama kami yang baik-baik saja,” ujarnya mengenai plus dan minusnya menjalankan nilai syar'i. Ia kemudian memfokuskan diri mengelola hubungan kerja dengan perusahaan-perusahaan yang besar saja. “Saya harus keras dan tangan besi. Dan saya mencontohkan, jika saya ke luar negeri, saya tidak menyuguhkan minuman semacam bir. I am a Muslim. Tidak apa-apa. Apakah saya kehilangan bisnis dari agen baru, enggak. Insya Allah bisnis saya lancar,” ucap Iskandar. Ketika pertama kali menerapkan hal ini penjualannya turun 30%-40% selama setahun pertama. Akan tetapi, di tahun berikutnya kinerja perusahaan merangkak naik. Dan pada 1999, penjualan perusahaan sudah kembali seperti semula. ”Kami harus istiqomah. Jalan terus. Kami harus berkorban. Bentuknya, penurunan omset. Tidak apa-apa, tapi insya Allah akan diganti,” ujar Iskandar sambil menjelaskan bahwa hal yang membuatnya bertahan adalah keinginannya memiliki lingkungan yang bersih.
Untuk mengatasi masalahnya pada saat itu, lanjut Iskandar, IHB tak mencari pelanggan kecil, melainkan perusahaan atau pabrik yang besar. Ia juga langsung menghadap ke pemiliknya dan menceritakan kondisi di lapangan. Dan mereka jadi sadar tentang kondisi ini. Dalam perjanjian termuat tak ada parsel, makan siang bersama, dan sebagainya. ”Itu mereka yang buat. Jika saya setuju, saya tinggal tanda tangan. Dan itu saya bawa ke teman-teman. Mereka (perusahaan besar – Red.) punya nilai. Mereka jernih, bersih,” ujarnya. Bahkan baru-baru ini, ada teman dari Korea yang akan membuka pelabuhan baru, mengambil 6 hektare tanah untuk gudang baru. Mitra dari Korea ini mengajaknya kerja sama kemitraan. Ia melihat ini merupakan berkah.
Dijelaskan Iskandar, IHB memiliki nilai korporat (corporate value) yang ingin terus dikembangkan. Nilai korporat itu adalah trusworthy is forever, honest, responsible, discipline, fast & accurate, teamwork, fairness, visionary, empathy, and grateful. “Kami butuh nilai dan ini bisa dipercaya, sehingga orang akhirnya respek,” kata Iskandar.
Ia sendiri meyakini nilai yang ia kembangkan merupakan bagian dari syar'i. ”Saya ingin memberikan nilai, bekerja sebagai ibadah. Jadi tak semata-mata mencari duniawi, tapi juga mencari nafkah yang halal untuk dimakan, dikasih ke anak dan istrinya,” Iskandar bertutur. Ia meyakini, dalam menjalankan usaha, klaim selalu ada tapi selalu bisa diselesaikan. ”Saya senang mereka – yang tua dan muda – di sini. Saya senang keberkahan bagi perusahaan ini, insya Allah karena doa-doa mereka,” ujarnya.
Menurut Adiwarman Karim, konsultan keuangan syariah, sebenarnya sejumlah perusahaan di Indonesia juga melakukan hal yang sama. Contohnya, McDonald's dan Bank Muamalat Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kepedulian perusahaan. ”Ini bisa mengangkat citra perusahaan,” ujarnya. Adapun perkawinan antarkaryawan di perusahaan yang sama saat ini banyak terjadi di lembaga perbankan. Dulu sebelum krisis, lanjut Adiwarman, hal ini dilarang. Alasannya, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Namun ketika dilakukan merger besar-besaran, banyak pasangan yang tadinya bekerja di bank berbeda malah terlebur dalam perusahaan yang sama. Dan, hal ini akhirnya bisa diterima. Ada plus-minusnya, pasutri bekerja di perusahaan yang sama. Plusnya, mereka bisa saling tolong-menolong. Bahkan di luar jam kerja mereka masih mendiskusikan persoalan kantor.
Walau demikian, ia sendiri menyarankan agar mereka yang berpasangan tak bekerja di lokasi yang sama. Jadi bisa di satu perusahaan tapi beda kantor atau lokasi. Hal ini untuk mencegah adanya toleransi dalam prosedur kerja dan hubungan pekerjaan karena faktor emosional. Persoalan terakhir ini menjadi faktor minusnya.
Adapun tentang bekerja seumur hidup tanpa pembatasan waktu, Adiwarman melihat hal itu merupakan langkah yang berani. Ia malah bertanya, bagaimana organisasi diremajakan di perusahaan itu? Ia melihat soal usia ini tak menjadi persoalan di institusi perguruan tinggi, tapi hal ini hanya dimungkinkan pada level tertentu seperti dosen. Ia tak bisa membayangkan terjadinya penggelembungan karyawan di perusahaan ketika hal ini dilakukan. ”Di sini yang dikorbankan peremajaan organisasi,” ujarnya.
Adiwarman menyarankan program pensiun tetap dijalankan, sedangkan untuk menghargai karyawan yang sudah pensiun bisa dilakukan dengan cara, misalnya, mengundang mereka dalam acara social gathering atau ulang tahun kantor.
Alasan ini juga berlaku bagi rekrutmen karyawan yang sudah pensiun. Toh, lanjutnya, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan perlu dibuat sebuah cara yang baik. Awalnya, sistemnya harus dibuat dan jelas. Tujuannya agar karyawan mengerti dan paham. Jika sudah paham, selanjutnya pikirkan risikonya. Dan terakhir, pikirkan cara mengatasinya. Alasannya, tak ada sistem yang sempurna. Jadi, jangan sampai risiko ini dimanfaatkan.
Majalah SWA, edisi 03/XXIV/6-20 Februari 2008

Monday, February 18, 2008

FAMOUS PACIFIC SHIPPING APPOINTS GROUP EXECUTIVE DIRECTOR

Press Release

The Famous Pacific Shipping Group, the fast expanding Asia-based NVOCC and freight services supplier, has appointed industry professional Oliver Ward to the newly-created post of Group Executive Director. Mr Ward will commence his role on January 1, 2008.

Mr Ward was appointed after an international executive search and one of his main functions will be to have overall responsibility for corporate management of the FPS Group of companies, reporting to the Executive Committee.

“I am privileged to become the first-ever Group Executive Director of the FPS Group. I will make it my task to ensure the group continues to revolve around its members and to strengthen the ties between the companies who are part of the network, as well as developing that network and the services delivered,” says Mr Ward.

Commenting on the appointment, Iskandar Zulkarnain, Chairman of the FPS Group Executive Committee reflected that the stringent recruitment process had provided the right candidate to take on this important role.

“Our decision to appoint a Group Executive Director is a reflection of how far we have developed as a global provider of freight forwarding and logistics services since the Group was established. We undertook an international search for the best candidate and we are confident we have found in Oliver exactly the right individual,” says Mr. Zulkarnain.

Mr Ward, who is aged 46 and is married with two children, has worked in shipping the shipping since 1980. During his career, which has seen roles in the UK, Spain, Hong Kong and Uruguay, he has gathered a wealth of relevant industry experience to bring to the position of Group Executive Director.

“The Famous Pacific Shipping Group faces similar issues to those I addressed when I was Commercial Director at the UK-based Overseas Shippers Association so I am confident that I can bring added-value to my work within the network. The OSA worked very closely with Overseas Movers Network International (OMNI) which meant that I was closely involved with the development of OMNI’s networking function, experience which I can bring to FPS group,” says Mr Ward.

He adds: “My career has also given me considerable experience and knowledge of shipping and the working environment in South America, North America, Europe, South East Asia and the Far East, as well as West Africa, which I am also able to bring to my role at FPS Group.”

Friday, February 15, 2008

TARIF OVERBRENGEN DISEPAKATI TURUN 64%


15 Februari 2008
JAKARTA (Bisnis): Tarif paket untuk pemindahan lapangan penumpukan atau overbrengen kontainer impor di Pelabuhan Tanjung Priok turun sekitar 64%, menyusul disepakatinya komponen tarif pelayanan itu oleh penyedia dan pemakai jasa di pelabuhan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan itu, tarif overbrengan (OB) turun menjadi Rp2.016.000 untuk kontainer ukuran 40 kaki dari sebelumnya berkisar Rp4,5 juta hingga Rp5 juta, sementara tarif OB kontainer 20 kaki turun menjadi Rp1.560.000 dari sebelumnya Rp2,7 juta hingga Rp3 juta.
Menurut Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro, penurunan tarif OB itu ditetapkan melalui kesepakatan antara asosiasi penyedia dan pemakai jasa, serta operator terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Kesepakatan itu diketahui oleh Administrator Pelabuhan dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok," katanya kepada Bisnis, kemarin
Pembahasan tarif dan yard occupancy ratio (YOR) untuk OB dibahas selama dua hari oleh Depalindo, DPW Gafeksi (Gabungan Forwarder & Ekspedisi Indonesia), Apesindo (Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia), dan perusahaan operator terminal yakni PT Jakarta International Ter-minal Container (JICT), TPK Koja, dan TPK Mustika Alam Lestari (MAL).
Sesuai usulan
Toto mengatakan kesepakatan penurunan tarif OB tersebut sesuai dengan usulan Depalindo yang mengusulkan komponen tarif sebanyak lima item dari 13 item yang diberlakukan sebelumnya.
Kelima komponen tarif OB itu yakni biaya moving (pindah kontainer) dari tempat penimbunan sementara (TPS) ke TPS tujuan, biaya lift off dan recieving, biaya gerakan dan biaya pengaturan serta penumpukan, biaya lift on dan delivery (penyerahan), serta biaya administrasi.
"Untuk tarif penumpukan kontainer, disepakati di luar tarif paket karena tergantung lamanya kontainer impor ditimbun di pelabuhan," ujarnya.
Menurut Toto, selama ini tarif yang dipungut oleh TPS tidak wajar dan tumpang tindih. Selain itu, ada tarif yang sudah dipungut di pelabuhan dipungut lagi di TPS yang besarnya Rp2,7 juta hingga Rp5 juta per kontainer.
Hotman T.P. Hutasoit, ketua tim pembahasan tarif OB, mengatakan kesepakatan tarif itu harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Sekretaris Kabinet dan Tim Keppres 54/2002 tentang Kelancaran Arus Barang.
"Ini baru kesepakatan, keputusan akhir adalah kewenangan pemerintah," paparnya.
Dia mengharapkan hasil kesepakatan itu segera disampaikan kepada pemerintah dan tim pembahasan tarif OB tinggal menunggu jawaban untuk diberlakukan. (Aidikar M. Saidi)
Bisnis Indonesia